Hi, guest ! welcome to VIOLET CAFE. | About Us | Contact | Register | Sign In

Senin, 14 November 2011

Home » , , » [Diary Sang Penggoda] Terjebak

[Diary Sang Penggoda] Terjebak

Oleh : Bungashaina

” Guubraaaaaaaaakk…. “

” Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt……. “

Kurasakan tangan kukuh menggendongku, masuk ke mobil dan membawaku ke klinik terdekat.

” Bagaimana Dok, apa dia baik-baik saja ? ” kudengar suaranya yang sangat cemas.

Inilah awal perkenalanku dengannya, seorang lelaki mapan, pengusaha muda, punya rumah, dua buah mobil dan dari keluarga yang sangat kaya. Kecelakaan dua minggu lalu, adalah skenarioku agar aku bisa menjeratnya. Aku sengaja menabrak mobilnya. Dan semalam adalah saat-saat yang paling kunantikan, ketika akhirnya dia menyatakan cinta padaku.

” Dinda, maukah kau menjadi kekasihku, mendampingiku hari ini, esok dan selamanya ? “

Aku memeluknya sangat erat, inilah saat yang kutunggu. Tentu saja aku akan bersamamu, hari ini, esok dan selamanya semasa pundi-pundi koinmu masuk kekantongku.

Menjadi kekasih Robby adalah saat-saat yang menyenangkan bagiku, tentu saja dengan kerlingan mataku, desahan nafas dan tubuhku yang membuatnya tidak bisa lepas dariku.

Dia sangat bertekuk lutut padaku, menjadi kekasihnya berarti uang bulananku adalah tanggungannya, uang salon dan semua yang kubutuhkan termasuk kebutuhan keluargaku dipenuhinya. Huuuuft aku lega sukses menjeratnya.

Menjadi wanita penggoda bukanlah cita-citaku, tetapi karena aku ditakdirkan menjadi anak sulung dengan banyak adik, aku dipaksa harus mau mencari uang untuk ikut menopang keluargaku yang miskin. Sedang aku sendiri sebenarnya tidak punya keahlian apa-apa, hanya punya tubuh dan wajah yang cantik saja . Aku bosan dengan kemiskinan yang kujalani, apapun akan kulakukan agar aku bisa menikmati hidup mewah.

***

Robby, memintaku untuk pindah ke rumahnya. Lelaki itu benar-benar sedah bertekuk lutut padaku, bahkan pembantu rumahnyapun sudah ada dalam tanganku.

” Sayang, sebaiknya sayang pindah kerumah saja . . . rumah menjadi hidup kalau ada sayang ” ucapnya sambil memegang tanganku.

” Abang bukannya aku tidak mau, tetapi kita kan belum ada ikatan, Abang tak usah kuatir aku akan selalu ada untukmu, kapanpun, dan Abang juga tau aku lebih sering menginap ditempat Abang dari pada ditempat kostku…”

Aku sengaja menolak permintaan itu, tentu saja dengan air mata berlinang. Robby memelukku sangat erat, Aku tau pasti kalau keluarganya akan menolakku untuk jadi menantu dan akupun tidak perduli.

” Sabar ya Sayang, mereka pasti akan menerimamu suatu hari nanti ” suara Robby pelan.

Selama dua tahun menjalin hubungan dengan Robby, entah sudah berapa ratus juta uangnya yang masuk padaku. Aku benar-benar menikmati hidup ini. Pekerjaanku di kantor hanyalah untuk membuatku tampak sibuk saja. Sampai suatu hari Eva teman nakalku menelpon . . . .

”Tika, lw ada waktu ngga ntar malam . . . Gw butuh orang nich….Pliss bantu ya…”

” Yach lw kan tau, gw ngga kencan sejak dapat kakap… sorry ya..”

” Cuma malem ini aja, 5 juta lumayan kan…..”

Seharian aku sibuk di salon, Aku tak kuasa menolak permintaan Eva. Eva adalah orang yang mengajariku betapa mudahnya mencari uang tidak halal, Dia juga yang mencarikan aku tempat ketika pertama kali datang ke Jakarta.

Malam ini adalah kencanku yang pertama setelah dua tahun aku menjalin hubungan dengan Robby.

Kamar 313, Aku menemani seorang Bos minyak, dan dia sangat puas denganku, bahkan dia meninta nomor ponsenku. Kami sedang menikmati sarapan dan siBos itu menerima telepon. Tiba-tiba kamar diketuk. . . .

” Honey, tolong bukakan pintu ada relasiku ….”

Kubuka pintu, dan aku sangat terkejut karena Robby ada di depanku ………

****
Share on :

Poskan Komentar